Rabu, 07 November 2012

Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur

 










Capung: Mesin Terbang super canggih
Penelitian terkini telah menemukan fakta yang sangat
mencengangkan. Teknologi penerbangan helikopter
modern ternyata sangat tertinggal jauh dibanding
dengan seekor makhluk mungil yang mampu terbang.
Makhluk ini adalah capung.
Sistem penerbangan capung adalah sebuah
keajaiban disain dengan teknologi terbang yang
mengalahkan semua mesin buatan manusia. Dengan
alasan inilah, disain model terakhir helikopter Sikorsky
yang terkenal di dunia, dibuat menggunakan disain
capung sebagai model. Dalam proyek ini, perusahaan
IBM membantu mendisain Sikorsky dengan memuat
gambar-gambar capung dalam komputer khusus.
Setelah itu, dengan mengambil contoh capung, ribuan
ilustrasi dibuat dalam komputer. Kemudian, dengan
mencontoh teknologi terbang capung, dibuatlah model
helikopter Sikorsky.
Singkatnya, tubuh seekor serangga kecil memiliki
disain lebih unggul dari rancangan manusia.
Teknologi penerbangan capung dan disain sayapnya
mengemukakan suatu fakta bahwa makhluk kecil ini
memperlihatkan kepada kita disain menakjubkan
pada ciptaan Allah. Capung memiliki dua pasang
sayap yang ditempatkan secara diagonal pada
tubuhnya, ini memungkinkannya melakukan
manuver sangat cepat. Capung dapat mencapai
kecepatan lima puluh kilometer per jam dalam waktu
sangat singkat, hal yang sungguh luar biasa bagi
seekor serangga. Seorang atlit olimpiade dalam
Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur 29
perlombaan lari seratus meter, hanya mampu berlari
tiga puluh sembilan kilometer per jam.
Giroskop Alami pada Capung
Ada satu persyaratan lagi bagi penerbangan yang
baik. Penerbangan sangatlah berbahaya jika tidak
didukung oleh sistem penglihatan yang baik. Untuk
itulah, pesawat terbang dan helicopter modern
memiliki sistem visual canggih. Capung juga memiliki
sistem visual teramat canggih: ia memiliki mata mikro
berjumlah keseluruhan tiga puluh ribu buah, dan
setiap mata mengarah ke titik yang berbeda. Semua
informasi dari mata-mata mikro ini diteruskan ke otak
capung, yang kemudian mengolahnya seperti
komputer. Dengan sistem ini, capung memiliki
kemampuan melihat yang luar biasa.
Kemampuan manuver capung lebih unggul dari
yang dimiliki helikopter. Misalnya, dengan satu
manuver cepat di menit terakhir, capung berhasil
menyelamatkan diri dari truk yang datang dari arah
berlawanan.
Bahkan capung mampu meloloskan diri dari dua
bahaya, yakni ketika ia harus menghindar dari
menabrak kaca depan mobil yang sedang melaju ke
arahnya dan harus lolos dari burung yang
memburunya. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan
satu manuver cerdas.
Satu permasalahan yang dihadapi pilot, yang
seringkali harus melakukan manuver, adalah bahwa
setelah suatu manuver, pilot mengalami kesulitan
30 Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur
dalam menentukan posisi pesawat relatif terhadap
permukaan bumi. Jika pilot kebingungan menentukan
posisi bagian atas dan bawah pesawat setelah
melakukan manuver, maka pesawat ini dapat
mengalami kecelakaan. Para teknisi telah
mengembangkan suatu alat untuk mengatasi hal ini,
yakni giroskop. Alat ini menunjukan pilot pada garis
horisontal yang menandakan posisi horison. Pilot
membandingkan garis horisontal ini dengan horison
sesungguhnya, dan dengan demikian ia dapat
menentukan posisi pesawat dengan cepat. Selama
jutaan tahun, capung telah memakai perlengkapan
yang mirip dengan yang dikembangkan oleh para
teknisi ini. Di depan mata capung terdapat garis
horisontal maya pada posisi tetap. Tak menjadi
masalah, pada sudut berapa pun ia terbang, ia selalu
memposisikan kepalanya sejajar dengan garis
horisontal ini.
Ketika posisi tubuh capung berubah selama
penerbangan, rambut-rambut di antara badan dan
kepalanya menjadi terangsang. Sel-sel saraf pada akar
rambut ini mengirimkan informasi ke otot-otot terbang
capung tentang posisinya di udara. Hal ini
memungkinkan otot-otot tersebut secara otomatis
mengatur jumlah dan kecepatan gerak sayap. Dengan
demikian, dalam manuver paling sulit sekalipun,
capung tidak pernah kehilangan arah atau kendali.
Sistem ini sungguh merupakan suatu keajaiban teknik.
Disini, manusia yang berakal akan berpikir.
Capung sendiri tidak mengetahui akan sistem luar
Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur 31
biasa yang ia miliki. Lalu, siapakah yang meletakan
pada tubuh serangga ini sistem penerbangan yang
sedemikian kompleks, yang bahkan para insinyur ahli
telah menggunakannya sebagai model? Siapakah yang
melengkapi serangga ini dengan sayap sempurna,
motor yang menggerakkan sayap dan sistem
penglihatan yang prima? Siapakah Pencipta disain
yang luar biasa ini?

Capung: Diciptakan Sudah Sempurna dan Lengkap
        Teori evolusi Darwin, yang mencoba menjelaskan
kehidupan dengan peristiwa kebetulan, tak mampu
berbicara ketika dihadapkan dengan pertanyaanpertanyaan
ini. Mustahil bahwa sistem dalam tubuh
capung dapat terbentuk melalui evolusi, yakni
pembentukan tahap demi tahap secara kebetulan. Hal
ini dikarenakan bahwa agar suatu makhluk hidup
dapat hidup, semua sistem ini harus ada pada saat
yang bersamaan dan telah lengkap. Capung paling
pertama di dunia juga pasti muncul dengan
mekanisme yang sama mengagumkannya dengan
yang dimiliki capung zaman sekarang. Hal ini telah
dibuktikan oleh catatan fosil tentang sejarah alam.
Catatan fosil menunjukan bahwa capung-capung
muncul di bumi pada saat bersamaan secara serentak.
Fosil capung tertua yang diketahui ini berusia tiga ratus
dua puluh juta tahun. Pada lapisan-lapisan fosil
periode lebih awal, tidak dijumpai sesuatu pun yang
menyerupai seekor capung. Tambahan lagi, sejak
pertama kali capung muncul, catatan fosil
menunjukan bahwa ia tidak mengalami evolusi.
sangat cangih bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar