Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

CINTA DUNIA MAYA


Barisan kata diatas adalah kata-kata yang biasa muncul di layar monitor komputer dalam sebuah dialog antar dua layar yang biasa disebut chatting. Sebuah fasilitas dialog dunia maya (internet) yang sedang digemari terutama oleh kalangan muda dan profesional. Penggunaannya kemudian tidak hanya sebagai sarana komunikasi seperti halnya telepon, surat ataupun email.
Internet dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan begitu memanjakan para penggunanya. Hanya dengan memainkan jari jemari sekedar menekan 'tuts' dan mengklik 'mouse' sepersekian detik saja anda sudah mampu menembus dunia tanpa batas ruang dan waktu. Dan salah satu yang sedang digemari dan tetap banyak penggunanya hingga saat ini adalah chatting.
Di kalangan muslim, fasilitas chatting awalnya digunakan untuk ajang silaturahim dan taushiah. Namun seiring perkembangan kebutuhan serta kesibukan para penggunanya, disamping juga sifat 'memanjakan' yang diberikannya, fasilitas tersebut tidak hanya menggantikan peran surat yang dianggap 'tradisional' disamping juga karena faktor kelambatan penyampaian informasinya, telepon yang biayanya relatif lebih mahal terlebih jika harus menggunakan sambungan interlokal, bahkan media-media silaturahim dengan acara 'tatap muka' pun bisa tergantikan dengan fasilitas satu ini, karena anda bisa mengirimkan gambar (pic = singkatan dari 'picture') ke layar teman bicara anda.
Awalnya, setiap pengguna (user) pemula adalah coba-coba atau sekedar iseng karena diberitahu teman sedkit tentang 'nikmat'nya ber-chat ria di depan layar komputer. Awalnya pula anda akan seperti orang 'bego' saat barisan kata-kata muncul di layar monitor anda dan kemudian anda tertarik untuk menjawab setiap pertanyaan yang muncul. Namun kemudian setelah sekian lama mencoba, anda mulai menikmati dan membenarkan cerita teman anda tentang nikmatnya chatting. Anda sudah mulai faham istilah-istilah seperti; asl, btw, thx, fyi, dan lain-lain dimana sebagian istilah tersebut juga berlaku dalam pengiriman surat elektronik (email) ataupun kode-kode seperti :), :(, :D, :p, :)), ;-| dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, secara tidak sadar anda mulai sering senyum-senyum bahkan tertawa sendirian seolah lawan bicara anda yang letaknya entah dimana itu sedang berada persis didepan anda.
Tebar Pesona di Dunia Maya
Bisa dipastikan, kecenderungan setiap chatter (para pengguna fasilitas chat) adalah menyembunyikan identitas aslinya, hal itu terlihat dari nickname yang mereka gunakan sebagai identitas awal mereka. Namanya bisa terkesan sangat asing atau tidak sedikit yang kadang konyol bahkan mengada-ada. Co-keren, co-cute, barbiegirl, ce-manis, whitesoul dan lain-lain adalah sedikit contoh dari jutaan nickname yang biasa mangkal di berbagai chatroom.
Sudah menjadi sifat manusia untuk tidak percaya dengan orang lain, terlebih yang baru dikenalnya. Itulah salah satu alasan kenapa para chatter cenderung menyembunyikan identitas aslinya. Tidak hanya pada nama, bahkan informasi yang berkenaan dengan usia, tempat tinggal (lokasi), pekerjaan dan tempat kerja, sampai --ini yang paling sering dirahasiakan-- marital status!
Sikap kehati-hatian yang menjadi alasan awal untuk menyembunyikan identitas itu kemudian berlanjut dalam obrolan berikutnya, selanjutnya dan seterusnya. Bisa dikatakan, karena awalnya sudah memalsukan identitas -kalau tidak terlalu kasar untuk disebut berbohong- maka jawaban-jawaban atau pernyataan seterusnya akan cenderung palsu juga. Uniknya, meski para chatter seolah sudah saling mengerti bahwa masing-masing lawan bicara cenderung 'omong palsu' karena mereka pun melakukan hal yang sama, para chatting mania itu ternyata sangat menikmati obrolan (palsu) tersebut.
Maka tidaklah mengherankan jika chatting kemudian berkembang menjadi suatu arena 'tebar pesona' diantara para penggunanya. Mulai dari atraksi intelektual, untaian kata indah menyentuh hati (biasanya dilakukan terhadap lawan jenis) hingga rayuan gombal pun tidak lepas menghiasi layar monitor anda. Meski demikian tidak semua chatroom berisi hal-hal penuh kepalsuan dan juga para chatter yang cenderung berbohong, karena tentu masih ada chatroom-chatroom yang lebih mengkedepankan aspek-aspek dialog bermanfaat dengan para chatter yang juga melakukan chatting dengan tujuan yang relatif lebih jelas, lebih bernas ketimbang sekedar tebar pesona atau curhat-curhatan. Untuk kelompok yang satu ini, bahkan mereka tidak segan-segan keluar dari chatroom jika pembicaraan sudah mengarah kepada hal yang sia-sia dan kurang bermanfaat.
'Pacaran' di Dunia Maya
Sebuah situs Islam lokal di Indonesia yang menyediakan fasilitas konsultasi dan tanya jawab seringkali mendapatkan email-email dengan pertanyaan yang hampir sama, seperti, "bolehkah ta'aruf dengan lawan jenis melalui internet/chatting?" atau bahkan "apa hukumnya mencari pasangan hidup dari hasil chatting?"
Bahkan ada netters yang terang-terangan mengakui bahwa dirinya lebih 'pede' (percaya diri) melakukan obrolan melalui chatting atau email daripada harus bertemu langsung. Di kalangan pemuda-remaja muslim, chatting dianggap sebagai wadah yang lebih 'safety' untuk melakukan silaturahim atau berdiskusi ketimbang harus bertatap muka dengan resiko berkhalwat. Maka dengan anggapan yang bisa dibilang terburu-buru itu, maraklah chatroom-chatroom itu dipenuhi oleh para muslim-muslimah. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang notabenenya berlabel aktifis.
Pada satu sisi, kemajuan teknologi memang tidak dapat dibendung lajunya dan sebagai muslim yang juga ingin maju sudah tentu tidak ingin ketinggalan dalam mengikuti perkembangan dan trend teknologi terbaru jika tidak ingin disebut 'gaptek' atau gagap teknologi. Namun disisi lain tanpa disadari telah menggeser sedikit demi sedikit norma-norma pergaulan yang awalnya menjadi sesuatu yang tabu dilakukan antar lawan jenis. Misalnya, yang biasanya 'tidak berani' berbicara langsung dengan alasan menundukkan pandangan dan menghindari berkhalwat, kini bebas ber 'haha-hihi' di ajang chatting meski satu sama lain belum betul-betul saling mengenal.
Tidak sampai disitu, dari mulai mentertawakan bersama hal-hal yang lucu yang muncul dari barisan kata-kata di layar monitor sampai pengungkapan identitas diri yang sebenarnya, memberikan jawaban-jawaban atau solusi atas setiap permasalahan teman bicaranya, yang kesemuanya masuk dalam skenario tebar pesona para chatter, dimana hal itu tidak berani mereka lakukan di dunia nyata dengan alasan tidak 'pede' karena berbagai kekurangan fisik dan nonfisik yang dimilikinya, muncullah benih-benih harapan baru bahwa ingin menjadikannya lebih dari sekedar teman bicara atau berdiskusi. Ajaib memang, manusia-manusia yang selama ini mengalami gejala inferiority, internet mampu menyulapnya menjadi manusia superior yang penuh percaya diri, setidaknya selama ia masih berada di dunia maya.
Jadilah hari-hari selanjutnya penuh pesona bunga merona cinta. Ayunan jari jemari diatas tuts keyboard seakan menjadi saksi betapa mereka sedang dibuai asa merenda masa depan. Barisan kata-kata yang tertuang di layar monitor mulai terukir indah penuh makna, perhatian bahkan kasih sayang dan cinta. Setelah itu, timbullah keinginan untuk copy darat, istilah para chatter untuk melakukan pertemuan atau tatap muka secara langsung untuk mengakhiri rasa penasarannya selama ini akan wujud asli dari si pembuai maya.

Ups! Sampai disini hati-hati karena bisa jadi tanpa disadari anda sudah melakukan zina hati. Jika chatting yang anda lakukan sudah mengarah kepada hal-hal yang tidak ada bedanya dengan layaknya orang berpacaran, seperti mengumbar pesona untuk menarik hati, memberikan perhatian yang berlebihan yang belum sepantasnya anda lakukan, memberikan atau menaruh harapan yang berlebihan akan cinta dan cita masa depan.
Bukan berarti juga ada larangan melakukan chatting untuk tujuan ta'aruf pra nikah. Hanya saja masalahnya, hal itu tidak dikondisikan dan dikomunikasikan sedemikian baik dan terjaga dari permainan hati yang bisa jadi syaitan bermain di dalamnya (na'udzubillaahi min dzalik).
Jika kita bisa berbicara (soal hati dan kecenderungan terhadap lawan jenis) dengan kadar yang sewajarnya, dengan hati yang tetap terjaga dari kemungkinan munculnya hasrat yang cenderung kepada nafsu, dengan sikap dan kata-kata yang tidak akan merusak dan menghilangkan hakikat tujuan dari ta'aruf dan ukhuwah itu sendiri serta tidak malah terjebak pada permainan kata-kata perhatian (taushiah) berselubung cinta, tentu masih bisa dibenarkan. Namun masalahnya, seberapa dari kita yang benar-benar siap dan sanggup melakukan hal tersebut. Dan jika secara jujur dalam hati ini merasa berat, sebaiknya hindari dan lebih baik memilih lawan bicara yang sejenis untuk lebih menjaga hati tetap bersih.

Sabtu, 09 Februari 2013

HAUS AKAN ALLAH


Smua orang bisa berdoa, tapi banyak yang salah mengerti bahwa mereka tidak dipanggil untuk berdoa. Sama seperti kita di panggil untuk keselamatan, kita juga dipanggil untuk berdoa.
Allkitab memerintahkan kita untuk “Tetaplah berdoa” (1 tesalonika 5:17). 
Doa adalah mengarahkan hati kita kepada allah dan menerima kasih-Nya.
Merenungkan firman Tuhan dalam doa sangat diperlukan sekali tapi hanya sedikit orang yang menyadarinya. Bagi mereka yang mencari keselamatan, doa perenungan firman bukanlah apa yang dikehendaki Allah bagi kita atau yang akan saya rekomendasikan.
 Apakah anda haus terhadap air hidup yang Yasus janjikan ketika ia berkata ” Barang siapa yang haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yohanes 7:37)?
Apakah anda lelah seperti sebuah kolam yang bocor yang tidak dapat menahan air” (Yeremia 2:13)? 
Maka datanglah jiwa-jiwa yang lapar, datanglah dan minumlah.
Datanglah, bawa kesusahan, rasa sakit, dan kesengsaraan anda, maka anda akan dihibur!
Datanglah, andayang sakit, dan penuh dengan sakit penyakit, maka anda akan di sembuhkan!
Datanglah, mendekatlah kepada Bapa, anda yang rindu untuk memeluk anda kedalam pelukan-Nya yang penuh kasih!
Datanglah, anda yang miskin, domba yang sedang tersesat, kembalilah kepada sang Gembala!
Datanglah, anda yang tidak berhikmat dalam hal-hal rohani dan yang tidak dapat berdoa!
Biarlah semua, tanpa terkecuali, datanglah! Karena Yesus kristus telah memanggil anda smua.
Namun mereka yang tidak memiliki hati yang tidak berserah telah di ampuni. Karena harus ada hati yang berserah di hadapan-Nya untuk menerima kasih-Nya.
 Maka datanglah berikan hati anda kepada Allah dan belajarlah cara-cara berdoa.
Doa dapat membantu anda mencapai kesempurnaan karena doa akan membuat anda tetap berada dalam hadirat Allah. Kejadian 17: 1 berkata” hiduplah dihadapan-Ku dengan tidak bercela”. Kita dibawa kedalam hadirat-Nya dan tetap disana tanpa gangguan, melalui doa.
Sudara-saudara ku yang terkasih, jangan biarkan diri anda canggung. Dengan doa, anda dapat hidup dalam hadirat Allah tanpa banyak kesulitan dan tanpa banyak gangguan sama seperti udara yang anda hirup sekarang ini.


Rabu, 19 Desember 2012

DOA UNTUK MU SOBAT

Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Sahabat dan Teman Sejati
Waktu bergulir..
Dtik berganti dtik ;
HAri berganti hari..
Bulan berganti bulan..
Dan tanpa terasa 1 tahun sudah terlewati ;
Dan sekarang
q ingin menguvcapkan selamat ulang tahun untukmu..
~HAppy Birthday~
Selamat Ulang Tahun
ingatlah ; jatah mu hidup di dunia sudah berkurang satu tahun ;
coba flashback ; berapa banyak dosa yang Qmu udah perbuat?
berapa banyak amal baik yang qmu persiapkan buat di akhirat?
berapa banyak waktu yang Qmu buang percuma?
semoga dengan bertambahnya usia menjadikan kamu insan yang mulia, semakin disayang Allah dan menyayangi Allah, semakin umurnya berkah, pahalanya bertambah, segala urusan dipermudahkan Allah.
 MET HARI LAHIR,,,,,
Smoga:
Allah m’muliakan, m’sayangi & m’bahagiakan kluarga,m’berkahi rezeki& ksehatan, m’kuatkan iman,m’terangi stiap langkh khidupn dg cahya-Nya, m’tinggikan drajat, m’brikan knikmatan dlm Ibadh&m’kabul do’a2,m’jaga ksabaran& tawakal bagi happy k……. Amin…

Rabu, 05 Desember 2012

Mitos Seputar Menambah Tinggi Badan

 Salam kembali sobat, Anda sudah tahu faktor apa saja yang perlu diperhatikan untuk bertumbuh tinggi, lalu apakah mitos tinggi badan yang selama ini kamu dengar adalah benar?

  1. Renang/basket/lompat tali bikin tubuh tinggi
Siapa yang setelah mendengar ini jadi rutin berenang? Atau jangan-jangan ada di antara kamu yang selalu lompat tali di saat senggang? Sebenarnya, basket, renang, ataupun lompat tali bisa membantu kamu tumbuh tinggi, karena olahraga rutin yang menggerakkan seluruh tubuh mampu memancing tubuh untuk memproduksi hormon pertumbuhan1.

 2. Kurang tidur bikin pendek
Ya, ini adalah mitos yang ada muatan faktanya. Tubuh kamu bertumbuh dan berkembang justru di malam hari, ketika kamu sedang tidur nyenyak. Selama kamu tidur, tubuhmu menginstruksikan tulang dan ototmu untuk bertumbuh dan bertambah melalui hormon pertumbuhan2. Oleh karena itu, hindari bergadang dan cukupi kebutuhan tidurmu. Kamu juga sudah tahu kan kalau kurang tidur dapat menyebabkan obesitas?



3. Tidur terlentang bisa bikin tambah tinggi
Nah, kalau yang ini masih mitos! Belum ada penelitian yang menyebutkan kalau posisi tidur tertentu bisa memacu atau bahkan menghambat pertumbuhan. Namun, mengingat pertumbuhan terjadi saat tidurmu nyenyak, pilihlah posisi tidur yang paling nyaman dan rileks menurut kamu.

4. Tas punggung yang terlalu berat bikin pendek
Nah, lho! Bagaimana dengan tasmu, teens? Tas yang terlalu berat akan memaksa kamu untuk menopangnya dengan cara agak membungkuk ke depan. Posisi ini akan menekan bantalan sendi dan membuatmu terbiasa berjalan bungkuk, sehingga terlihat lebih pendek3. Kalau tasmu memang terlalu berat, coba kurangi jumlah buku yang dibawa setiap harinya.

5. Kalau cegukan, artinya mau tambah tinggi
Kalau yang ini sih jelas mitos, Teens. Cegukan terus menerus bukan berarti tubuhmu akan meninggi. Banyak penyebab cegukan, seperti kebanyakan makan, perubahan suhu, atau stress4, tapi bertambah tinggi bukanlah salah satunya.
Bonus: Cara mudah (kelihatan) tinggi

Mau tahu cara mudah untuk terlihat lebih tinggi? Ternyata mudah, cukup berdiri dengan tegak dan proporsional. Berdiri tegak membantu teens terhindar dari sakit leher, bahu, dan punggung bawah4. Selain itu, berdiri tegak juga bikin kamu lebih pede dan positive thinking, lho5! Kombinasikan dengan olahraga teratur dan asupan nutrisi yang cukup, tentu teens akan lebih mudah untuk tumbuh ke atas, nggak ke samping.
Referensi:
1. ACSM Health & Fitness Journal 16 (7): 19-24
2. Ann. N.Y. Acad. Sci. 1193 (2010): 48–59
3. Livestrong. (2011). What are the Dangers of Heavy Backpacks for Children?
4. Livestrong. (2010). Seven Posture Tips.
5. PsyBlog. (2009). Sit Up Straight! Be Confident!

Sabtu, 01 Desember 2012

Kebiasaan Yang Memperkaya Hidup



7 kebiasaan yang memperkaya hidup
1. Kebiasaan mengucap syukur.
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik , tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk.. Ada rahasia besar dibalik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun , telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi diseluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur,namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat , kesehatan, keluarga, sahabat dsb. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.
2. Kebiasaan berpikir positif.
Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera kearah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.
3. Kebiasaan berempati.
Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain.Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain . Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif dibalik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois , yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati , namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukankepada Anda, dsb.
4. Kebiasaan mendahulukan yang penting .
Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah!. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.
5. Kebiasaan bertindak.
Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan , sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan , maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.
6. Kebiasaan menabur benih.
Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah , betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.
7. Kebiasaan hidup jujur.
Tanpa kejujuran , kita tidak bisa menjadi pribadiyang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendir tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong , kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit
semoga bermamfaat,.

Sabtu, 03 November 2012

Contoh bentuk wawancara, usaha sukses


Topik: usaha sukses
Ini adalah salah satu bentuk wawancara saya dengan pengusaha yang telah sukses dalam usahanya sehingga ia dapat menguliahkan anak anaknya. Namanya pak Andre, ia adalah seorang pengusaha penjahit pakayan yang sukses.
Chandra     : Slamat siang pak..?
 Pak andre : Selamat siang juga dik,,
Chandra     : Lagi sibuk ya pak, maaf aku ganggu waktunya sebentar ya pak!
Pak andre  : Oh,,, silahkan, ada yang bisa aku bantu?
Chandra     :Ini pak mau ngobrol-ngobrol seputar bisnis bapak. Berhubungan bapak kan bisnis jahit pakayan, bolehkan bapak jadi narasumber saya,,
 Sejak kapan memulai bisnis jahit pakayan di daerah ini pak, sampai bisa sebesar ini?
Pak andre: oh ya,,,,,
                   Gini, awal bisnis bapak ini sekitaran tahun 2002, atau sejak sepuluh tahun silam.
Chandra   : Bagaimana awal kesuksesan usaha ini pak?
Pak andre: he,,,he,,,
       Panjang ceritanya dek. Dulunya bapak kerja di salah satu perusahaan finance, namun karna kurang kecocokan bapak berhenti dan kerja di sebuah pabrik pakayan..
Chandra   : oh ya, bisa di ceritakan lebih luas lagi pa, jadi penasaran nih,,,
Pak andre: Sejak bapak kerja di pabrik pakayan, saya kerjanya dari pagi sampai pulul 4 sore, jadi sore saya mamfaafkan untuk mengajari istri menjahit di rumah, saya memperoleh mesin jahit dari hasil tabungan saya selama itu, nah selama beberapa tahun saya dan istri harus hidup seadaya hasil upah kerja. Dan karna ke sabaran dan keuletan selang beberapa tahun saya dah bisa menambah modal usaha sendiri, setelah merasa bisa saya pusatkan kerja usaha sendiri dengan keluar dari pekerjaan saya, nah sejaklah usaha saya dilakono
Chandra: Emang dulunya mengenyam pendidikan khusus jahit ya pak?
Pak andre: Dulunya saya hanya tamatan SMP karna keterbatasan ekonomi sekolah saya putus di tengah jalan. Saya hanya memperoleh sedikit ilmu ketrampilan menjahit saat kerja di perusahaan pakayan tsb, setelah saya usaha sendiri ilmu yang saya dapat saya gunakan kembali,,
Chandra   : Ada kesulitan-kesulitan apa saja pak dalam mengembangkan usaha bapak?
Pak andre: Wah,,,, sangat banyak dik,   tapi yang masih saya ingat sampai sekarang ialah waktu merintis awal, dimana hasil jahitan saya kurang mendapat perhatian dimasyarakat, modal usaha yang gak sebrapa harus diolah sebisanya, sementara hasil produksinya menurun.
Chandra   : Jadi bagaimana usaha bapak ko bisa sampai sebesar ini pak?
Pak andre: Menyadari itu, saya cari informasi di internet dan saya pelajari seluruhnya cara  jitu dalam mengelola usaha, saya terapkan, dan hasilya selangkah demi selangkah usaha saya bisa sampai sebesar ini dan mempekerjakan lebih dari 20 orang karyawan.
Chandra  : Trus apa motivasi bapak dalam usaha bapak dan harapan bapak untuk orang lain   kedepannya
Pak andre: Ya saya ingin teman- teman jangan menunggu kesempatan kerja, tapi ciptakanlah kesempatan. Jadi intinya dalam bekerja itu kita harus bekerja keras, gak boleh ngeluh, percaya diri. Jangan menyia-nyiakan pendidikan, usaha apapun jika di kerjakan dengan kesabaran akan berbuah dengan baik dan tentunya slalu minta petunjuk kepada TYME, hm.
Chandra   :Siiip.. Okelah kalau begitu pak, semoga mermamfaaf bagi smua orang..
                   Makasih ya pak dah bersedia jadi narasumber saya, kaka-kapan saya mampir lagi
Pak andre: Ha,, ha,, ha.. sama-sama dik.
Setelah percakapan selesai saya pun bersalaman dengan pak Andre..

Kisah nyata..


>    25 tahun yang lalu,
>     Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.
>     Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya
>     kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali
>     hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami
>     selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan
>     istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku
>     masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau
>     hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat
>     abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana,
>     ingin hidup bahagia.
> 
> 
>     22 tahun yang lalu,
>     Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya
>     makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku
>     sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia
>     Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan
>     sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia
>     tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena
>     ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk
>     kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa
>     terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania
>     tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak
>     untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya
>     yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.
> 
> 
>     19 tahun yang lalu,
>     Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang
>     berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja
>     ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak
>     "Horeee, Iya bisa terbang". Begitulah dia memanggil
>     namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah
>     seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak
>     jarang berteriak, "Iya sayaaang," jika sudah terdengar
>     suara "Prang". Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas
>     bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin
>     rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat
>     tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya
>     terpental. Dan dia cuma bilang "Kenapa semua kaca di
>     rumah ini selalu pecah, Ma?"
> 
> 
>     18 tahun yang lalu,
>     Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih
>     awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu.
>     Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania
>     tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy
>     apalagi jadi pemain bola seperti yang sering
>     diucapkannya. "Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi
>     pemain bola!" tapi aku tidak suka dia menangis terus
>     minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling
>     tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan
>     seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan
>     waktu kutunjukkan bola itu. "Horee, Iya jadi pemain
>     bola."
> 
> 
>     17 Tahun yang lalu
>     Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di
>     jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut,
>     Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu
>     bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan
>     bola di tas sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari
>     sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari sekolah.
>     Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang
>     jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah
>     jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku
>     mengalahkan kehati-hatianku dan "Iyaaaa". Sebuah truk
>     pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya
>     berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua
>     kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini.
>     Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki,
>     bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar
>     barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat
>     Kania menangis sedih, bibir cuma berkata "Coba kalau
>     kamu tak belikan ia bola!"
> 
> 
>     15 tahun yang lalu,
>     Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang
>     pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan
>     menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh
>     dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa
>     membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit
>     kepala makanya cepat marah. Perabotan rumah yang bisa
>     dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa
>     waktu Kania hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin
>     penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan
>     Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap
>     pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi
>     ke Malaysia.
> 
> 
>     13 tahun yang lalu,
>     Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku
>     sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu
>     tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang
>     untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia
>     loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala
>     keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan
>     sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan
>     yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris,
>     menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh
>     remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi
>     keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi
>     aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila
>     hidup tegar.
> 
> 
>     10 tahun yang lalu,
>     Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku.
>     Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu
>     sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan
>     hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.
>     "Biar cantik kalo kere ya kelaut aje." Mungkin itu
>     kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang
>     sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga.
> 
> 
>     "Sabar ya, Nak!" hiburku.
>     "Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!"
>     pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan
>     bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam
>     hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari
>     kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu
>     sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia
>     tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena
>     sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.
> 
> 
>     7 tahun yang lalu,
>     Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania,
>     istriku, kembali menemui pikiranku. Sudah
>     bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin
>     bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan
>     rindu untuknya. Dan itu pula yang membuat aku takut.
>     Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke
>     Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang
>     cuma lulusan SMP. Haruskah aku melepasnya karena
>     alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku
>     mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia
>     berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung
>     untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku
>     kembali  dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti
>     waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk
>     menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku
>     baik-baik saja.
> 
> 
>     4 tahun lalu,
>     Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir
>     tiga tahun dia di sana. Dia bekerja sebagai seorang
>     pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak
>     suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya
>     tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka
>     perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang
>     keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena
>     akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini
>     dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari
>     suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu
>     menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku
>     jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang
>     baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu
>     memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan
>     Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat
>     hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih
>     pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.
> 
> 
>     3 tahun 6 bulan yang lalu,
>     Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian
>     pemerintahan Malaysia, kabarnya anakku ditahan. Dan
>     dia diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh
>     suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku
>     menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut
>     tak mungkin membunuh. Lagipula kenapa dia harus
>     membunuh. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia
>     untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun
>     aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga
>     tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa
>     memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia
>     memang bersalah.
> 
> 
>     2 tahun 6 bulan yang lalu,
>     Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti
>     bersalah. Dan dia harus menjalani hukuman gantung
>     sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain
>     menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi
>     apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak
>     belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku
>     kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku.
> 
> 
>     Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke
>     Malaysia. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat
>     terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya
>     sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa
>     daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan
>     pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku
>     erat, seakan tak ingin melepaskan aku.
> 
> 
>     "Bapak, Iya Takut!" aku memeluknya lebih erat lagi.
>     Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya.
> 
> 
>     "Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?"
>     "Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya
>     tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan
>     dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak
>     salah kan, Pak!" Aku perih mendengar itu. Aku iba
>     dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja.
>     Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu
>     menuntut agar anakku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki
>      itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk
>     memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia
>     tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam
>     bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu.
> 
> 
>     2 tahun yang lalu,
>     Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu
>     akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika
>     dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak
>     ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan dari
>     hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak
>     anakku. Dan 'blass" Kamilaku kini tergantung. Aku tak
>     bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah
>     anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki
>     menuju jenazah anakku. Dia menyibak kain penutupnya
>     dan tersenyum sini. Aku mendongakkan kepalaku, dan
>     dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat
>     garis wajah yang kukenal.
> 
> 
>     "Kania?"
>     "Mas Har, kau ... !"
>     "Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!"
> 
> 
>     "Iya? Dia..dia . Iya?" serunya getir menunjuk jenazah
>     anakku.
> 
> 
>     "Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola
>     jika sudah besar."
> 
> 
>     "Tidak ... tidaaak ... " Kania berlari ke arah jenazah anakku.
>     Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris.
>     Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan
>     secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia
>     diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya "Terima
>     kasih Mama." Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila
>     sudah tahu wanita itu ibunya.
> 
> 
>     Setahun lalu,
>     Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih
>     istriku. Yang aku tahu, aku belum pernah
>     menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati
>     bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan
>     anakku, Kamila. Kata pembantu yang mengantarkan
>     jenazahnya padaku, dia sering berteriak, "Iya
>     sayaaang, apalagi yang pecah, Nak." Kamu tahu Kania,
>     kali ini yang pecah adalah hatiku. Mungkin orang tua
>     kita memang benar, tak seharusnya kita menikah. Agar
>     tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Benarkah
>     begitu Iya sayang?
> 
> 
>    Sumber : TRUE STORY
>